Rabu, 24 Oktober 2012

KOMUNIKASI MASSA (MEDIA CETAK)




Menganalisis Ciri-ciri Komunikasi Massa pada
Media Cetak (Majalah BOBO)


1.      Komunikator dalam komunikasi massa melembaga
    Pada majalah BOBO ini, komunikator dalam hal ini bukan satu orang tetapi sekumpulan orang yang berarti gabungan antar berbagai bagian yang bekerjasama dalam suatu lembaga. Seperti Majalah BOBO yang sudah tersusun menjadi sebuah system hingga memiliki berbagai Edisi majalah. Berikut ada Profil dan Sejarah perkembangan BOBO hingga sekarang ini

  • Sejarah BOBO
 Majalah Bobo terbit pertama kali pada tanggal 14 April 1973. Cikal bakal majalah ini adalah halaman anak-anak di Harian Kompas. Atas prakarsa Bapak PK Ojong bersama Bapak Jakob Utama, pendiri Kompas, halaman anak-anak ini dikembangkan menjadi majalah anak-anak. Bekerja sama dengan Majalah Bobo Belanda, pengasuh halaman anak-anak Kompas kemudian membuat Majalah Bobo Indonesia.
Pada mulanya Majalah Bobo terdiri dari 16 halaman kertas koran. Majalah Bobo adalah majalah anak-anak pertama yang berwarna di Indonesia. Sebagian isinya berasal dari bahan-bahan di Majalah Bobo Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi meneruskan rubrik dari halaman anak-anak Kompas. Bapak Adi Subrata dan Ibu Tineke Latumeten lah yang pertama-tama mengasuh majalah anak-anak ini.
             Kini isi Majalah Bobo seluruhnya dibuat dan dikerjakan oleh staf redaksi Bobo Indonesia. Isi dan penampilannya pun semakin bervariasi. Hanya nama dan karakter tokohnya tetap Bobo. Majalah Bobo bervisi ikut mencerdaskan bangsa dengan memberi bacaan yang menghibur, sehat, dan bermanfaat dalam tumbuh kembang anak. Misi Majalah Bobo adalah menemani anak dalam bermain dan belajar. Membantu anak dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan kreativitas. Mengajak anak berpikir logis dan bernalar. Peka terhadap sesama. Menghargai keragaman dan hidup yang bermartabat. Sambutan hangat dan meluas dari pembaca membuat Majalah Bobo menjadi majalah anak yang terdepan.
Walaupun gaya dan penampilannya selalu berbeda mengikuti perkembangan zaman, visi dan misi Majalah Bobo tetap sama. Majalah Bobo selalu mengutamakan menjadi teman bermain dan belajar anak. Dan selalu tampil aktual dalam menyambut masa yang datang. Sesuai dengan moto: Teman Bermain dan Belajar.


LEMBAGA REDAKSI MAJALAH BOBO


EDITORIAL

Edito in Chief : Kussusani Prihatmoko
Managing Editor : Vanda M. Parengkuan
Editors : Aan Kurniawati Madrus, Sigit Wahyu Nugraha, E.P Triambarwangi
Repoters : Dwi Pujiastuti, Joko Setyo, Veronica Widyastuti
Visual Editor : Sigit purnomo
Graphic Designer : Hari Mei Harso, Troeno Danardana
Ilustrator : Donny Suryanto, Sugeng Rudianto
Layout : Harianto, Johanes Suhadi
Photographer : Ricky Martin
Editorial Secretary : Ignatia Nandari, Anastasia Ayu Paskarani
Documentation : Tri Pristiadi, Irfan Sopian
Office Boy : Wagiman

PUBLISHING
Publisher : Koes Sabandiyah
Busisness Director : Gatot Widhiyanto
Advertising Director : Monica Rina Wijaya
Advertising Manager : Ni Luh Putu Alit Sari
Advertising Sales Executive : Ricken Rora
Front Office : Ranti Meirina
Promotion Manager : Budi Marwanto
Promotion Executive : Dita Puspita Sari
International Right & Licensing Director : Tomi Ngalusi
Circulation & Ditribution : Budiman Pangaribuan
Production Director : Elizabeth Manalu

2.    Komunikan Dalam Komunikasi Massa Bersifat Heterogen
Disini Berarti Komunikan atau Penerima pesan bisa beragam sehingga bersifat heterogen, artinya pembaca beragam pendidikan, umur, jenis kelamin, status social ekonomi, memiliki jabatan yang beragam, memiliki agama atau kepercayaan yang tidak sama pula. Namun mereka adalah komunikan yang sama, tidak ada pembedaan, dan mereka tidak harus menggunakan seragam kerja untuk membaca. Artinya disini semua komunikan adalah sama.

3. Pesannya Bersifat Umum
Pembaca majalah BOBO ini adalah bersifat Heterogen atau beragam, walau Majalah BOBO memang di khususkan bagi anak-anak, namun juga masih bersifat umum, lihat saja misalnya dalam rubrikasinya, ada cerita pendek, cerita bergambar, teka-teki, dan lain-lain. meskipun sasarannya atau dikhususkan untuk anak-anak namun tidak kehilangan cirinya yang umum.

DAFTAR RUBRIK MAJALAH BOBO

CERITA PILIHAN

2. Woli Sakit
10. Dia lagi, dia lagi…
20. Peci pak kumis
30. Receh-receh keberuntungan
56. Gara-gara Sepatu Kaca

CERGAM

8. Cergam BOBO : Railbus ke kota bunga
52. Negeri Dongeng : Tart Arbei
55. Bona : Dongeng Bayangan

ARTIKEL PILIHAN

12. Felix Baugmartner, Terjun dari langit
27. Hotel para monster
28. Burung paruh tanduk
32. Ssst…. Ada penyakit berbahaya di jalan
33. BOBO file : Pulau buatan
39. Sushi-sushi oishi
42. Rahasia Foto antariksa

DARI TEMAN

14. Halamanku
16. Area kecil, tak disangka
54. Dear Nirmala

RUPA-RUPA

4. Boleh Tahu
5. Menu dan Bobosiana
6. Apa kabar, Bo?
36. Untuk latihan di rumah
41. Info Bobo
44. Our English Page
48. Sayembara Bobo
51. Info Bobo
58. Bobo edisi depan dan Ensiklo Bobo

4. Komunikasi Berlangsung Satu Arah
Ketika kita membaca Koran atau membaca majalah maka akan tersampaikan maksud dari komunikator dari lembaga Koran tersebut semisal Majalah BOBO kepada Komunikan. Disini komunikasi yang berlangsung hanya satu arah, Yaitu media yang berupa Majalah yang terbuat dari kertas yang di cetak sehingga majalah tersebut sampai kepada kita sebagai pembaca. Akan sangat berbeda ketika kita berbicara dan bertatapan secara langsung dengan lawan bicara kita. Komunikasi satu arah akan menimbulkan konsekuensi umpan balik (Feedbcak) yang sifatnya tertunda (Delay) maka biasa kita kenal dengan Delayed Feedback.


5. Komunikasi Massa Menimbulkan Keserempakan
Keserempakan dalam penyampaian proses pesan-pesan komunikasi massa bersifat relative. seperti BOBO bisa dibaca di Aceh jam 3 sore tetapi di Surabaya jam 5 sore itu karena terhalang oleh teknis penyebaran surat kabar tersebut tetapi baik di Aceh maupun di Surabaya sama-sama membaca dan terjadi keserempakan dalam komunikasi massa. Karena berita yang mereka terima sama.

6. Komunikasi Massa Mengandalkan Peralatan Teknis
Penyebaran Komunikasi Massa tidak bisa lepas dari pengendali atau adanya peralatan teknis. untuk mendapatkan hasil yang sempurna pengusaha seperti pemilik majalah BOBO membuat suatu rancangan dimana proses produksi majalah ini dapat di nikmati anak-anak dan ini tidak terlepas dari alat-alat percetakan dan lain-lain. dalam komunikasi massa mutlak sifatnya menggunakan peralatan teknis. 

7. Komunikasi Massa dikontrol oleh Gatekepeer
Agar Produksi majalah BOBO terbit dengan Layak maka diperlukan dan dibutuhkan pengontrol majalah. apalagi majalah ini di khususkan untuk anak-anak sehingga harus benar-benar baik dan mendidik isi dari majalah BOBO ini. dibutuhkan Gatekeeper untuk penyelesain produksi. seperti Reporter, Produser, dan lembaga sensor. agar informasi dikemas dengan baik. dan dapat dinikmati untuk pembaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar